Selasa, 11 Desember 2012

CARA MENDESAIN TAMAN


PENGERTIAN LINGKUNGAN

 Pengertian Lingkungan
 Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, Stern mengungkapkan manusia tumbuh dan berkembang dikarenakan menyatunya pengaruh lingkungan dengan faktor genetiknya (Semiawan 1999: 127). Menurut para ahli genetik , faktor genetik adalah segala potensi yang dibawa sejak lahir yang menjadi modal utama bagi kemampuan dan kemajuan seseorang.
 Adapun pengikut faktor lingkungan menyimpulkan lingkungan yang mampu menghasilkan stimulasi dan nutrisi yang baik menjadi sebab utama dari perkembangan dan perubahan seseorang yang disebut juga dengan kemajuan dan perolehan. Sebaliknya, lingkungan yang miskin memudahkan anak mendapat pengaruh yang negatif (Berndt, 1997: 102). Lingkungan sebagai tempat, situasi, dan kondisi saat anak melakukan tes juga dapat mempengaruhi hasil tes.( Anastasi dan Urbina,1988: 14)
Menurut Semiawan lingkungan adalah segala sesuatu di luar diri individu ( eksternal) dan merupakan sumber informasi yang diperolehnya melalui panca inderanya. Salah satu lingkungan yang terbukti sangat berperan dalam pembentukan kepribadian murid adalah sekolah (Semiawan, 1999: 127). Getzel dan Cuba berpendapat bahwa sekolah sebagai suatu sistem social memiliki dua dimensi, yaitu dimensi institusional dan dimensi individual terdiri dari orang-orang . Kedua dimensi ini berinteraksi dan menunjukkan dirinya dalam bentuk perilaku sosial atau berpadu dalam tujuan-tujuan persekolahan (Hamalik, 2003 : 22).
 Menurut Soedijarto (2000: 46), sekolah sebagai pusat pembelajaran yang bermakna dan sebagai proses sosialisasi dan pembudayaan kemampuan, nilai, sikap, watak, dan perilaku hanya dapat terjadi dengan kondisi infrastruktur, tenaga kependidikan, sistem kurikulum, dan lingkungan yang sesuai. Dalam kaitannya dengan pengembangan minat baca, pendapat lain menyebutkan sekolah dapat dijadikan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca (Supriyanto, 1996: 1). Berdasarkan pendapat ini sarana dan prasarana yang mendukung terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan minat baca wajib disediakan, seperti perpustakaan, buku sekolah, program atau kegiatan-kegiatan membaca, dan waktu untuk membaca. Penguatan Membaca, Fasilitas Lingkungan Sekolah dan Keterampilan Dasar Membaca Pendapat lain dari Semiawan (1999: 22) menyatakan sekolah sebagai sarana pendidikan berfungsi juga sebagai lembaga untuk menyeleksi dan memilih manusia yang berbakat, terampil dan mampu, sehingga masyarakat berkembang ke arah kondisi yang bermanfaat (meritocracy), dan dapat memenuhi kondisi masyarakat yang dipersiapkan untuk masa depan.
 Dari berbagai pendapat dan teori di atas, disimpulkan lingkungan sekolah adalah suatu tempat dengan iklim yang dikondisikan untuk belajar dan mempersiapkan murid memenuhi perannya di masa sekarang dan masa mendatang.

Pengertian Lingkungan Sekolah

             Secara psikologi, memang lingkungan juga berperan penting dalam perilaku manusia khususnya sekolah, sebab dari sinilah perlakukan-perlauan yang terus menerus dan terstruktur masif diberikan kepada anak, sehingga anak diharapkan dapat merubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Sekolah yang telah memberikan lingkungan yang menunjang bagi kesuksesan pendidikan maka sekolah itu secara langsung dan tidak langsung memberikan sentuhan perlakuan kepada anak.
 Pengertian Lingkungan Sekolah dibagi dua katagori yaitu :
 1)  Lingkungan Sekolah fisik yaitu seperti bangunan, alat, sarana, dan gurunya.   
 2) Lingkungan Sekolah non fisik yaitu kurikulum, norma, dan pembiasaan  nilai-     nilai kehidupan yang terlaksana di sekolah itu.

MENDESAIN TAMAN YANG BAIK DAN BENAR
Membuat taman tidak boleh asal. Bila tak direncanakan dengan cermat, hanya akan menciptakan semak dan mengotori pemandangan.

Sebuah taman diciptakan dengan tujuan untuk menghadirkan keindahan. Indah tidaknya sebuah taman ditentukan dari pemilihan material softscape dan hardscape, komposisi warna dan bentuk, serta keharmonisan desain secara keseluruhan.

Beberapa proses perencanaan sering diabaikan karena terlihat sepele, padahal sebenarnya sangat menentukan keindahan taman nantinya. Beberapa hal berikut harus dicermati, agar taman yang tercipta benar-benar sesuai dengan harapan kita.

Dua hal pokok yang harus disiapkan adalah persiapan desain atau konsep taman dan persipan teknis. Persiapan desain adalah pembuatan rancang gambar taman sesuai dengan konsep desain taman yang diinginkan.

Pembuatan pola lahan, persiapan instalasi listrik dan air, peletakannya, dan penentuan titik tanam adalah beberapa hal yang harus terangkum dalam konsep desain yang dibuat.

Desain ini akan menjadi pedoman untuk melakukan perencanaan-perencanaan berikutnya. Untuk membuat desain ini, harus memperhatikan beberapa pekerjaan teknis yang akan dilakukan untuk membuat taman. Berikut uraiannya.

Menyiapkan Lahan
 Kegiatan ini meliputi pekerjaan penggalian dan pembalikan tanah, pengurukan, penggemburan, dan pemberian pupuk atau penambahan unsur hara dalam tanah. Selain untuk mempersipakan lahan tanam yang siap ditanami dan memiliki kontur yang sesuai harapan kita, proses ini juga membebaskan lahan dari gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman nantinya.

Proses ini sering dilewatkan karena sering kita tidak sabar untuk segera atau langsung menanam sehingga hasilnya sering mengecewakan: tanaman mati dan tidak tumbuh baik karena terganggu gulma.

Membuat Konstruksi Taman
 Dalam proses ini perencanaan dan pembuatan jalan setapak dilakukan. Elemen ini penting untuk jalur sirkulasi di taman sehingga segala aktivitas di taman yang dilakukan kemudian hari tidak mengganggu keberlangsungan tumbuhnya tanaman dan elemen lainnya. Sesuai dengan luasnya taman, desain dan material jalan setapak bisa dibuat dalam berbagai pilihan.

Menentukan Elemen Keras Taman (Hardscape)
 Yang termasuk dalam elemen keras taman adalah aneka pot, bebatuan, lampu, dan aksesori lain yang akan dipakai sebagai pelengkap taman, baik yang berperan fungsional maupun estetis.

Elemen Lunak Taman (Softscape)
 Aneka jenis tanaman, pilihannya direncanakan di proses ini. Hal yang dipertimbangkan menyangkut masalah jenis tanaman (perdu, semak, dan pelindung). Tentang wama (bunga maupun daun) jugs menjadi hal yang harus diperhatikan karena menentukan kesemarakan taman yang tercipta dan harmonisasi wama yang ada.

Karakter setiap tanaman menyangkut: kecepatan tumbuh, bentuk tajuk, ketahanannya dalam merespon cuaca (baik panas matahari maupun hujan/air), menentukan pilihan jenis tanaman yang akan digunakan.

Penanaman dan Peletakar Hardscape
 Melakukan penanaman tanaman dimulai dari jenis tanaman pelindung (yang tinggi) dan seterusnya adalah tanaman yang lebih rendah sampai ke tanaman penutup tanah. Penyebaran batu koral, kerikil, step stone, dan pemasangan lampu taman dan aksesori lain dilakukan setelah penanaman.

Penyebaran batu koral didahului dengan peletakan ijuk di permukakan yang akan diberi batu koral untuk menjaga sirkulasi air agar dapat tetap meresap ke dalam tanah dar taman tak tergenang.

Pembersihan Lahan
 Kegiatan pembersihan sampai sisa hasil pengerjaan taman. Setelah taman bersih dari sampah sisa, baru dilakukan penyiraman secukupnya. Dan selanjutnya dilakukan perawatan rutin seperti pemangkasan dan penyiraman yang teratur. (Tabloid Rumah/Johanna Erly Widyarti)


Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar